Selasa, 23 Januari 2018

Menjemput mu dalam segelas kopi

Menjemput mu dalam segelas kopi
Kopi nan kental dan terasa pahit
Menjemput mu dalam segelas hati dan seteguk cinta
Hati nan kental oleh pahit
Ubahlah kata sebagai mana adanya
Masih jua menikmati mu dalam sela rasa sebuah kopi

Senin, 22 Januari 2018

Biar aku jadi hamba mu

Pada kertas usang
Tinta dari darah
Kemudian kau menulis sebuah sajak tentang kekalahan hati
Tak seperti ini harusnya
Harusnya tinta dari cinta
Dan darah hanyalah sembahan hati mu
Biar aku menjadi hamba mu

Jumat, 19 Januari 2018

Ada cinta yang dititip pada segelas kopi
Segelas yang telah kau teguk

Kita, Malam Pukul Sebelas

Kita
Kita ini ditintun waktu
Dari malam yang panjang hingga sepi
Sepi adalah ibu kandung mu
Dan aku amarah mu
Lalu cinta mu
Ah, sudahlah kita hentikan saja kata ini
Karena tanya dan perjalanan ini.

Senin, 06 November 2017

Perkenankanlah aku tidur

Wahai hujan yang diganti sunyi
Untuk diri yang terlalu membebani
Semu haya keluh kesah saja
Bukan nyata wahai jantung ku
Diri adalah kecintaan sendiri
Bukanlah fikir untuk memiliki
Sebenarnyalah milik adalah tiada
Yang ada hanya menjaga
Wahai jiwa perkenankanlah aku tidur.

Kamis, 02 November 2017

Pagi.

Pagi
Keluhkanlah dirimu seadanya
Biarkan sisa semalam jadi pedoman waktu saja
Untuk pagi yang embunnya
Menyerupai kenangan
Berjalan dan tegaklah seadanya
Rindu hanya soal
Menjaga atau meniadakan cinta
Pagi kau lah cinta dalam rindu tersebut

Jumat, 01 September 2017

Wanita wanita palsu

Wanita wanita palsu
Biarlah ku habiskan rokok ku dahulu
Baru kan kuceritakan sebuah pahit getir
Ah ragu aku memulai
Lihatlah senyum yang kau kulum
Sudah berapa lama ia mengandung kepura puraan
Segini adanya
Lincah
Cantik
Dan kenyal
Mengapa palsu yang kau pilih
Sudahlah wahai kau
Belahan hawa
Jangan kau menuju
Mendekati lacur