Sabtu, 14 Juli 2018

Senja Yang Diatur Tuhan

Aku telah jauh dari mu Tuhan
Sesekali aku ingin Kau tak sengaja menemukan ku terpojok sedih dibawah sebatang pohon tua, ketika Kau lagi mengatur senja Mu
Menyusun warna langit, dan meneduhkan semua yang Kau miliki
Lalu tanpa sengaja Kau menoleh ke aku yang lagi kotor dan ah lagi acak acakan
Kemudian Kau datang dan menyuruhku
"Kembalilah lihat ini jalan mu"

Selasa, 23 Januari 2018

Menjemput mu dalam segelas kopi

Menjemput mu dalam segelas kopi
Kopi nan kental dan terasa pahit
Menjemput mu dalam segelas hati dan seteguk cinta
Hati nan kental oleh pahit
Ubahlah kata sebagai mana adanya
Masih jua menikmati mu dalam sela rasa sebuah kopi

Senin, 22 Januari 2018

Biar aku jadi hamba mu

Pada kertas usang
Tinta dari darah
Kemudian kau menulis sebuah sajak tentang kekalahan hati
Tak seperti ini harusnya
Harusnya tinta dari cinta
Dan darah hanyalah sembahan hati mu
Biar aku menjadi hamba mu

Jumat, 19 Januari 2018

Ada cinta yang dititip pada segelas kopi
Segelas yang telah kau teguk

Kita, Malam Pukul Sebelas

Kita
Kita ini ditintun waktu
Dari malam yang panjang hingga sepi
Sepi adalah ibu kandung mu
Dan aku amarah mu
Lalu cinta mu
Ah, sudahlah kita hentikan saja kata ini
Karena tanya dan perjalanan ini.

Senin, 06 November 2017

Perkenankanlah aku tidur

Wahai hujan yang diganti sunyi
Untuk diri yang terlalu membebani
Semu haya keluh kesah saja
Bukan nyata wahai jantung ku
Diri adalah kecintaan sendiri
Bukanlah fikir untuk memiliki
Sebenarnyalah milik adalah tiada
Yang ada hanya menjaga
Wahai jiwa perkenankanlah aku tidur.

Kamis, 02 November 2017

Pagi.

Pagi
Keluhkanlah dirimu seadanya
Biarkan sisa semalam jadi pedoman waktu saja
Untuk pagi yang embunnya
Menyerupai kenangan
Berjalan dan tegaklah seadanya
Rindu hanya soal
Menjaga atau meniadakan cinta
Pagi kau lah cinta dalam rindu tersebut